Eko
Berkelanjutan sejak desain, bukan tempelan di akhir.
Ramah lingkungan adalah cara kami mendesain sejak garis pertama: bambu, batu alam dan kayu, pendinginan pasif, serta jejak karbon yang ditekan sebisa mungkin.
Rumah bambu unggulan kami.

Proyek unggulan kami adalah rumah bambu khusus di Ubud, dibangun hampir seluruhnya dari rumput yang tumbuh cepat. Bambu mencapai tinggi struktural penuh dalam hitungan tahun, bukan puluhan tahun, sehingga rangka bambu menyimpan karbon yang justru akan dilepaskan oleh rangka beton dan baja.
Kami mengembangkan setiap struktur dari maket anyaman tangan sebelum mendirikan rangka penuh di lapangan, sehingga geometrinya terbukti di tangan sebelum terbukti di material. Dengan detail yang benar, bambu cocok untuk iklim Bali: ia melentur saat gempa, cepat kering di bawah tritisan lebar, dan menyatu dengan batu, kayu, serta alang-alang yang sudah biasa kami pakai.
Jelajahi proyekPrinsip ramah lingkungan kami.
Gagasan-gagasan ini memandu setiap rumah ramah lingkungan yang kami desain, dari sketsa pertama sampai serah terima.
Desain tropis pasif
Kami mengarahkan dan menaungi setiap rumah supaya aliran udara silang dan cahaya alami yang mendinginkan, jauh sebelum satu pendingin udara pun dinyalakan.
Material alami setempat
Bambu, batu alam, kayu, dan plester kapur diambil dari dekat lokasi, sehingga menua dengan anggun di udara lembap dan menempuh jarak lebih pendek untuk sampai ke sana.
Karbon terkandung rendah
Kami memilih material terbarukan dan hasil daur ulang dibanding beton dan baja yang berat karbon, sejauh struktur dan anggaran memungkinkan.
Solar dan atap hijau
Solar atap, atap hijau bertanaman, dan pemanenan air hujan membuat villa bersandar pada lahannya sendiri, bukan pada jaringan listrik.
Membangun ramah lingkungan di Bali, dijawab.
Jawaban lugas atas pertanyaan yang paling sering diajukan pembeli asing sebelum membangun villa berkelanjutan di Bali.
Mulai dengan desain yang lebih rendah karbon.
Buat konsep villa ramah lingkungan dalam hitungan detik, atau bicara dengan tim kami soal membangun secara berkelanjutan di Uluwatu, Canggu, dan Ubud.

